Biologi

Sebutkan Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

08/10/2020

Kita dapat berpartisipasi dalam konservasi keanekaragaman hayati dengan meningkatkan pengetahuan kita tentang masalah lingkungan, meningkatkan kesadaran kita tentang dampak hilangnya keanekaragaman hayati, dan meningkatkan dukungan untuk kebijakan dan tindakan pemerintah yang melindungi ekosistem kita yang berharga.

Kita dapat menjadi pendidik dan teladan sebagai penjaga lingkungan dengan membantu pemulihan spesies yang berisiko dan mencegah spesies lain menjadi terancam. Penatagunaan habitat terdiri dari kegiatan yang berkisar dari peningkatan kualitas tanah, air, udara, dan sumber daya alam lainnya hingga pemantauan dan konservasi spesies satwa liar dan habitatnya dengan menyumbangkan properti kepada perwalian tanah.

Apa itu Keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biological divercity) adalah berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang tampak pada berbagai tingkatan persekutuaan mahluk hidup yang meliputi tingkatan ekoistem, tingkatan jenis (spesies), dan keanekaragaman ekosistem.

Berdasarkan hal tersebut, para pakar membedakan keanekaragaman hayati menjadi tinga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem. Berdasarkan pengertiannya, keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: keanekaragaman gen (genetik), keanekaragaman spesies (jenis), dan keanekaragaman ekosistem.

Fungsi keanekaragaman hayati

Fungsi keanekaragaman hayati yaitu:

  1. Sumber penghidupan dan kelangsungan hidup manusia karena bahan sandang, pangan, papan, obat-obatan, dan kebutuhan hidup lain berasal dari sana.
  2. Sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Pengembangan sosial budaya umat manusia.
  4. Membangkitkan nuansa keindahan yang mencerminkan kehebatan sang pencipta.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati:

  • Identifikasi lokasi habitat satwa liar kritis untuk spesies berisiko dan ancaman terhadap kawasan ini. Jika memungkinkan, hilangkan ancaman dan pertahankan kawasan alami. Biarkan habitat satwa liar kritis tidak terganggu, terutama tempat bersarang dan sarang. Promosikan penggunaan satwa liar dengan mendirikan rumah burung dan kelelawar.
  • Membasmi dan mengendalikan gulma di properti Anda. Pertahankan kendaraan di jalan utama untuk mengurangi penyebaran gulma dan gangguan terhadap satwa liar.
  • Pantau dan nilai dampak hewan peliharaan Anda terhadap keanekaragaman hayati. Beberapa hewan peliharaan, terutama kucing, merupakan predator hewan liar dan dapat menghancurkan populasi spesies asli setempat.
  • Biarkan tanaman asli tidak terganggu, dan lanskap menggunakan pohon dan vegetasi asli. Tanaman asli beradaptasi dengan baik dengan kondisi lokal dan memberikan perawatan yang rendah, taman tahan kekeringan dan dapat mencegah banjir lokal. Pikat serangga “baik” dengan menanam serbuk sari dan tanaman nektar.
  • Menjaga lahan basah dengan menghemat air dan mengurangi irigasi. Hindari mengeringkan badan air di properti Anda.
  • Bangun pagar untuk melindungi daerah riparian dan habitat sensitif lainnya dari terinjak-injak dan gangguan lainnya.
  • Kelola penggembalaan ternak untuk mempertahankan kondisi kisaran kualitas yang baik. Biarkan beberapa area tidak tergores untuk menentukan karakteristik kisaran yang akan dikelola.
  • Menjaga tegakan pohon tua dan tegakan hutan tua. Pohon besar yang mati menyediakan rongga sarang bagi banyak spesies dan hutan yang sudah tua akan digantikan oleh pohon tua seiring waktu.
  • Pertimbangkan untuk menyumbangkan properti ke perwalian tanah, atau menempatkan perjanjian konservasi di properti Anda. Proses ini memungkinkan Anda untuk melindungi tanah Anda dan mendapatkan keuntungan dari potensi keringanan pajak.
  • Menggunakan produk dan metode alami untuk pengendalian hama seperti BT (Bacillus thuringiensis) untuk infestasi ulat; menggunakan pestisida yang memiliki efek residu minimal seperti piretrin, sabun insektisida, dan semprotan minyak yang tidak aktif; gunakan aliran air bertekanan tinggi dari selang untuk mengendalikan kutu daun; gunakan pembatas dan kalung di sekitar tanaman untuk mengusir hama.
  • Pelajari sebanyak mungkin tentang alam dan bagikan pengetahuan Anda dengan orang lain. Kunjungi pusat interpretasi ekologi, museum sejarah alam, dan tempat pembenihan ikan asli untuk mempelajari ekosistem lokal.
  • Menjadi sukarelawan di organisasi yang berfokus pada konservasi atau pemulihan habitat.
  • Mendorong dan mendukung inisiatif pemerintah daerah yang melindungi habitat dan mengurangi ancaman terhadap keanekaragaman hayati.
  • Gunakan produk ramah lingkungan. Buang bahan berbahaya dengan aman. Bahan kimia yang masuk ke sistem saluran pembuangan dapat mencemari ekosistem air tawar dan laut.
  • Daur ulang, gunakan kembali, dan kurangi. Daur ulang mengurangi polusi dengan mengurangi konsumsi energi, listrik, dan air serta kebutuhan akan tempat pembuangan sampah.
  • Berkendara lebih sedikit, lebih sering berjalan kaki, berkendara atau naik mobil Pelajari tentang penelitian dan ketersediaan kendaraan emisi rendah.

Menurunnya keanekaragaman hayati yang menyebabkan semakin sedikit pula manfaat yang dapat diperoleh manusia. Penurunan keanekaragaman hayati dapat dicegah dengan cara melakukan pelestarian (konservasi) keanekaragaman hayati.

Konservasi keanekaragaman hayati memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:

  1. Menjamin kelestarian fungsi ekosistem sebagai penyangga kehidupan
  2. Mencegah terjadinya kepunahan spesies yang disebabkan oleh kerusakan habitat dan pemanfaatan (termasuk perdagangan) yang tidak terkendali.
  3. Menyediakan sumber plasma nutfah untuk mendukung pengembangan dan budidaya kultivar-kultivar tanaman pangan, obat-obatan, maupun hewan ternak.

Adapun upaya sumber daya alam hayati dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pelestarian secara in situ dan pelestarian secara eks situ.

Pelestarian secara in situ

Pelestarian secara in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitatnya. Contoh dari pelestarian ini adalah hutan lindung, taman nasional, perlindungan bunga bangkai di Maluku, dan perlindungan komodo di pulau komodo.

Contoh pelestarian insitu antara lain :

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman nasional ujung kulon ini merupakan tempat populasi yang baik bagi badak jawa (Rhinoceros) taman nasional ini banyak memiliki hal yang menarik sebab letusan karakatau yang pernah terjadi membentuk alam yang indah dan unik.

Taman Nasional Tanjung Putting

Taman nasioanal tanjung puting  di kenal karena pusat rehabilitasi orang utan ( pongo pigmeus). Tipe vegetasi yang dominan di kawasan ini adalah palem- paleman, pandan- pandanan, dan berbagi jenis epifit.

Taman Nasional Gunung Gede- Pangrango ( Jawa Barat)

Taman nasioanal gunug gede pangrango sangat kaya akan flaura dan fauna. Edelweiss jawa tumbuh subur di kawasan ini. Di taman nasional ini terdapat leopard (panther pardus), monyet jawa, dan gibon.

Taman Nasioanal Kerinci

Taman nansional kerinci seblat merupakan tamann nasional terbesar di Indonesia dengan luas areal sekitar 15.000km. Taman nasional ini menjadi tempat perlindungan berbagai hewan dan tumbuhan khas yang di miliki Sumatra.

Taman Nasional Komodo

Taman nasional komodo di dominasi vegetasi savanna. Tumbuahn lontar dan bebebrapa jenis anggrek tumbuh dengan abik di kawasa ini.  Sesuai namanya , kawasn ini menjadi tempat hidup hewan komodo.

Taman Nasional Gunung Lauser

Taman nasional ini merupakan taman ansional yang penting di kawasan Asia Tenggara. Luasnya sekiatar 9.500 km. kawasan ini menjadi tempat perlindunagn bagi 1.000 spesies tumbuhan dan 4000 speises hewan  yang dikelompokkan sebagi hewan- hewan western malesia.

Pelestarian secara eks situ

Pelestarian secara eks situ adalah pelestarian yang dilakukan diluar habitatnya dan dipelihara di tempat lain. Contoh pelestarian eks situ adalah kebun koleksi yang mengoleksi berbagai jenis hewan atau tumbuhan yang asalnya berbeda dikumpulkan dalam satu tempat, seperti burung jalak bali yang di tangkarkan di kebun binatang Surabaya.

Kebun Botani

Pernahkah kamu mendengar kebun raya bogor di Jawa Barat, kebun raya bedugal di bali atau kebun raya jantho ? kebun raya tersebut merupakan upaya pelestarian sumber daya alam secara ex situ.

Kebun Plasma Nutfah

Kebun plsma nutfah adalah kebun koleksi untuk mengembangkan plasma nutfah yang unggul. Di Indonesia kebun seperti ini masih sangat jarang dan baru di rintis oleh lembaga ilmu pengetahuan.

Kebun Koleksi

Kebun koleksi yaitu kebun yang berisikan berbagai jensi nutfah tanaman yang selanjuntnya akan di pertahankan dan dikembangkan dalam keadaan hidup.

No Comments

Leave a Reply