6 Ciri Ciri Sporozoa

Sporozoa adalah spora infektif yang dihasilkan oleh beberapa protozoa parasit. Mereka memiliki siklus hidup yang kompleks yang melibatkan reproduksi seksual dan aseksual. Mereka bertanggung jawab untuk menyebabkan penyakit seperti malaria dan kriptosporidiosis. Mereka sebelumnya diklasifikasikan dalam kelas Sporozoa, tetapi sekarang diklasifikasikan sebagai apicomplexan.

Karakteristik Sporozoa

Singkatnya ciri-ciri utama sporozoa yaitu:

  • Semua sporozoa adalah endoparasit.
  • Beberapa sporozoa seperti Eimeria menyebabkan penyakit parah seperti koksidiosis pada burung,
  • Organel penggerak (silia, flagela, pseudopodia, dll.) tidak ada.
  • Cara makan bersifat parasit (menyerap). Fagotrofi jarang terjadi.
  • Tubuh ditutupi dengan pelikel atau kutikula elastis.
  • Vakuola kontraktil tidak ada.
  • Reproduksi aseksual terjadi melalui pembelahan ganda.
  • Reproduksi seksual terjadi melalui syngamy.
  • Siklus hidup terdiri dari dua fase aseksual dan seksual yang berbeda. Mereka dapat ditularkan dalam satu (monogenetik) atau dua inang yang berbeda (digenetik).

Bentuk serta struktur tubuh sporozoa

Tubuh sporozoa bentuknya bulat atau oval. Sporozoa tidak mempunyai alat gerak, akan tetapi bisa berpindah dari jaringan tubuh inang menuju jaringan lainnya lewat aliran darah tubuh inang. Sporozoa mempunyai nukleus, namun tidak mempunyai vakuola kontraktil.

Protozoa tersebut bisa membentuk kista berdinding tebal di waktu ada di usus vektor ( hewan perantara ). Ketika ada di jaringan hati serta darah manusia, protein permukaan sel sporozoa terjadi perubahan, jadi mengakibatkan perubahan efek dari sistem kekebalan tubuh yang terinfeksi. Hal tersebut yang mengakibatkan sulitnya menemukan vaksin serta obat penyakit malaria yang aman untuk pasien.

Cara hidup sporozoa

Semua sporozoa hidup menjadi parasit ditubuh manusia serta hewan lainnya, seperti reptil, burung, dan rodentia (hewan pengerat). Sporozoa masuk dalam tubuh inang serta akan ditularkan lewat hewan perantara. Contohnya seperti plasmodium sp. penyebab dari penyakit malaria yang ditularkan lewat gigitan nyamuk betina anopheles lalu hidup dalam jaringan darah serta hati manusia. Nyamuk ini bukan penyebar malaria, sebab nyamuk jantan tak menghisap darah mamalia, akan tetapi menghisap cairan tumbuhan.

Reproduksi sporozoa

Sporozoa bereproduksi dengan vegetatif atau generatif. Reproduksi dengan vegetatif dijalankan dengan membelah biner, sementara reproduksi dengan generatif dengan meleburkan gamet betina dan jantan. Reproduksi dengan vegetatif serta generatif mengalami secara bergilir dengan siklus hidup yang rumit sekali dan dialami beberapa kali merubah bentuk sporozoa di waktu ada dalam tubuh hewan perantara atau tubuh inang.
Siklus hidup sporozoa diantaranya :

  • Jika makan nyamuk anopheles betina mengandung bibit malaria yakni plasmodium bentuk sporozoid dalam peredaran darah manusia secara bersangkutan.
  • Sporozoid tak langsung menginfeksi, namun masuk lebih dulu di sel hati untuk menjalani pembelahan dan membentuk cryptozoid.
  • Cepat atau lambat cryptasoid akan masuk di sistem peredaran darah dan baru akan menginfeksi erythrocyt itu. Dalam erythrocyt mulanya membentuk cincin dan berubah bentuk jadi amoeboid.
  • Setelah itu di fase amoeboid tumbuh jadi schizont
  • Schizont membelah serta membentuk merozoid. Jika erythrocyt yang bertempat dicelah pecah maka menyebar merozoid (pasien terjadi demam).
  • Sesudah proses 1-5 proses tersebut bernama schizogoni mengulang jadi bagian nurosoid sesudah masuk dalam sel darah merah tak akan terjadi proses schizagoni. Namun ada sebagiannya berubah jadi persiapan sel kelamin yakni jadi macrogametosit dan micro.
  • Jika macro dan micro yang ada dalam drythrocyt tersebut di waktu terpisah dalam lb nyamuk anophelus betina I dan lain akan melangsungkan kehidupannya.
  • Macro dalam tubuh nyamuk akan jadi macregamet yakni berbentuk ovum/ sel telur. Sementara micronya akan jadi spermatozoid guna melakukan pembelahan.
  • Spermatozoid akan membuahi zigot dan mengalami zygot
  • Zygot berubah jadi ookinete dan menerobos dinding nyamuk, sehingga membesar membulat dibungkus dinding perut nyamuk serta jadilah oocyst.
  • Dalam oocyst tersebut selnya membelah jadi sporozoid. Jika oocyst membelah dua maka bisa pecah dan menyebar sporaoid secara menyeluruh dalam tubuh nyamuk.
  • Nyamuk yang terdapat dalam kelenjar ludahnya mempunyai kandungan sporazoid jadi akan siap menginfeksi manusia lagi.

Contoh Sporozoa

  • Monocystis: hidup sebagai endoparasit dalam sel epitel selom dan vesikula seminalis cacing tanah. Kesuburan cacing tanah tidak terlalu terganggu, karena sebagian besar vesikula seminalis tidak terlibat.
  • Plasmodium sp. Plasmodium sp adalah penyebab dari penyakit malaria
  • Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii ini penyebab dari toksoplasmosis

Peranan Sporozoa Untuk Kehidupan Manusia

Sporozoa hidup menjadi parasit dalam tubuh inang. Cara memperoleh maknannya yakni menyerap nutrisi inangnya, seperti plasmodium yang termasuk dari anggota sporozoa terkenal sekali. Didalam tubuh manusia plasmodium yang mengakibatka penyakit malaria. Sesudah digigit, plasmodium akan menginfeksi jadi bisa jadi mati.

Ada 4 jenis species dari plasmodium yang bisa mengakibatkan penyakit malaria. Masing-masingnya memicu gejala tersendiri dalam tubuh pasienya.

Plasmodium vivax, adalah penyebab dari malaria tersiana yang sifatnya tak ganas, gejalanya suhu badan panas dingin berganti setiap 2 kali sehari.
Plasmodium ovale, adalah penyebab malaria tersiana ganas, gejalanya sama pada malaria tersiana. Malaria ini disebabkan parasit jenis relatif jarang kambung dan bisa sembuh sendiri tanpa diobat.
Plasmodium malariae, penyebabnya adalah malaria kuartana yang sifatnya tak ganas, gejalanya badan suhu panas dingin setiap 3 kali sehari.
Plasmodium falciparum, adalah penyebab dari malaria kuartana yang sifatnya ganas, gejalanya suhu badan tinggi dan turun tak beraturan.

Semua sporozoa mempunyai ciri tubuhnya bulat atau memnajang bulat tak mempunyai alat gerak serta vakuola konterktil, sifatnya parasit jika ada dalam tubuh hewan atau manusia.

Sporozoa menjalani dua tahap perkembangbiakan di daur hidupnya, yakni reproduksi vegetatif dengan skizogoni membelah diri yang melangsungkan dalam tubuh inang tetap (manusia) dan generatif dengan sporogoni yakni pembentukan spora yang melangsungkan dalam inang perantara (hospesintermediet).

Spora hidup menjadi parasit jika ada dalam tubuh inang atau manusia dan mengakibatkan penyakit malaria.
Itulah tadi pembahasan mengenai Ciri ciri sporozoa. Cirinya antara lain mempunyai alat gerak, mempunyai organel kompleks pada bagian ujungnya guna menginfeksi sel inang, reproduksinya dengan vegetatif (pembelahan biner) serta negatif (melebur antara gamet jantan dengan gamet betina.

April 08, 2022 4:48 am