Sistem saraf pusat: Pengertian, bagian dan fungsinya


Sistem saraf pusat adalah bagian yang mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh dan pikiran. Ini terdiri dari dua bagian: otak dan sumsum tulang belakang.

Otak adalah pusat dari pikiran kita, penafsir dari lingkungan luar kita, dan asal kendali atas gerakan tubuh. Seperti komputer pusat, ia mengartikan informasi dari mata (penglihatan), telinga (suara), hidung (bau), lidah (rasa), dan kulit (sentuhan), serta dari organ internal seperti perut.

Sumsum tulang belakang adalah jalan raya untuk komunikasi antara tubuh dan otak. Ketika sumsum tulang belakang terluka, pertukaran informasi antara otak dan bagian tubuh lainnya terganggu.

Apa perbedaan sistem saraf pusat dengan sistem tubuh lainnya?

Sebagian besar sistem dan organ tubuh hanya mengendalikan satu fungsi, tetapi sistem saraf pusat melakukan banyak pekerjaan pada saat bersamaan. Ini mengontrol semua gerakan sadar, seperti bicara dan berjalan, dan gerakan tak sadar, seperti berkedip dan bernafas. Itu juga inti dari pikiran, persepsi, dan emosi kita.

Bagaimana sistem saraf pusat melindungi diri dari cedera?

Sistem saraf pusat lebih terlindungi daripada sistem atau organ lain di dalam tubuh. Garis pertahanan utamanya adalah tulang tengkorak dan tulang belakang, yang menciptakan penghalang fisik yang keras terhadap cedera. Ruang berisi cairan di bawah tulang, yang disebut syrnix, memberikan daya serap goncangan.

Sayangnya, perlindungan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Ketika terjadi cedera pada sistem saraf pusat, jaringan lunak otak dan sumsum tulang belakang membengkak, menyebabkan tekanan karena ruang yang terbatas. Pembengkakan memperburuk cedera kecuali jika cepat hilang. Tulang yang retak dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut dan kemungkinan infeksi.

Mengapa sistem saraf pusat tidak memperbaiki dirinya sendiri setelah cedera?

Banyak organ dan jaringan dalam tubuh dapat pulih setelah cedera tanpa intervensi. Sayangnya, beberapa sel sistem saraf pusat begitu terspesialisasi sehingga mereka tidak dapat membelah dan membuat sel-sel baru. Akibatnya, pemulihan dari cedera otak atau tulang belakang jauh lebih sulit.

Kompleksitas sistem saraf pusat membuat pembentukan koneksi yang tepat antara sel otak dan sumsum tulang belakang sangat sulit. Ini adalah tantangan besar bagi para ilmuwan untuk menciptakan kembali sistem saraf pusat yang ada sebelum cedera.

Pengertian Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf bertugas mengatur, mengendalikan, dan mengoordinasikan fungsi tubuh melalui percabangan yang didistribusikan ke seluruh tubuh kita.

Sistem saraf terdiri dari tiga divisi dasar: sistem saraf pusat, sistem saraf tepi, dan sistem saraf otonom. Masing-masing adalah bagian dari sistem yang sama, tetapi terintegrasi dengan karakteristik anatomi tertentu yang membentuk operasi tunggal.

Sistem saraf otonom adalah bagian yang mengontrol fungsi-fungsi tidak sadar individu seperti suhu dan detak jantung.

Sistem saraf tepi adalah sistem yang terdiri dari semua ganglia dan saraf yang bercabang dari sumsum tulang belakang.

Sistem saraf pusat adalah yang paling penting, karena terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak dipahami sebagai massa saraf di dalam tengkorak yang terdiri dari tiga bagian utama: otak, otak kecil, dan batang otak, di antara struktur kecil dan pelengkap lainnya.

Sistem saraf pusat (SSP) adalah bagian dari sistem saraf yang mengkoordinasi kegiatan dari semua bagian tubuh hewan bilaterian-yaitu, semua hewan multiseluler kecuali simetris radial spons dan binatang seperti ubur-ubur. Pada vertebrata, sistem saraf pusat yang ditutupi dalam meninges.

sistem saraf pusatSistem saraf ini merupakan salah satu bagian dari sistem saraf pada manusia. Sistem saraf pusat ini fungsinya untuk memegang segala kendali dan pengaturan atas kerja jaringan saraf hingga kepada sel saraf. Bagian-bagian dari sistem saraf ini ialah otak besar, otak kecil, sumsum tulang belakang dan sumsum lanjutan.

Ini berisi sebagian besar sistem saraf dan terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Bersama-sama dengan sistem saraf perifer memiliki peran fundamental dalam kontrol perilaku. SSP adalah yang terkandung dalam dorsal rongga, dengan otak di dalam rongga tengkorak dan tulang belakang di rongga tulang belakang. Otak dilindungi oleh tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh tulang belakang.

Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup menjadi cepat tanggap terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun di dalam. Dalam menanggapi rangsangan, terdapat tiga komponen yang dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

  • Reseptor. Alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh yang bertindak sebagai reseptor yaitu organ indera.
  • Penghantar impuls. Dilakukan saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung. Pada serabut penghubung ada sel-sel yang khusus memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
  • Efektor. Bagian yang menanggapi rangsangan yang sudah diantarkan penghantar impuls. Efektor yang penting pada manusia yaitu otot dan kelenjar

sistem-saraf-pusat Pada sistem saraf pusat ini juga terdapat sebuah jembatan varol yang telah tersusun atas serabut saraf yang dapat menghubungkan antara otak kecil bagian kiri dengan otak kecil bagian kanan, dan menghubungkan antara otak besar dengan sumsum tulang belakang. Jembatan varol ini akan menghantarkan rangsangan diantara kedua bagian yang saling dihubungkan tersebut.

Pada bagian otak dan sumsum yang merupakan penyusun sistem saraf pusat terdapat suatu lapisan yang menyelubungi, lapisan tersebut disebut dengan lapisan meninges. Lapisan ini terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut :

Lapisan Sistem Saraf Pusat

Durameter

Selaput yang terletak pada bagian paling luar dari otak dan melekat pada bagian tengkorak bagian dalam.

Arakhnoid

Lapisan yang berbentuk seperti sarang laba-laba yang menyelubungi bagian otak dan sumsum.

Piameter

Lapisan yang terdapat pada bagian dalam lapisan meninges, lapisan ini merupakan bagian yang sangat tipis dan mengandung banyak sel darah merah.

Ruang subarakhnoid

Ruangan yang berisi cairan yang berguna untuk melindungi otak. Cairan tersebut sebagai cairan serebrospinal yang nantinya akan melindungi sistem saraf pusat dari goncangan dan bisa menyerasikan semua tekanan otak.

Bagian-bagian sistem saraf pada manusia mempunyai fungsi yang berbeda-beda, namun tetap saling melengkapi. Berikut ini bagian-bagian yang menyusun sistem saraf pusat manusia beserta kegunaan atau fungsinya :

Otak-besar Bagian Sistem Saraf Pusat

Otak

Itu adalah pusat komando. Otak bertugas memproses, menafsirkan dan mengoordinasi informasi yang diterimanya dari organ-organ indera, dan membuat keputusan tentang instruksi yang dikirim ke seluruh tubuh. Artinya, ia mengirimkan sinyal ke otot dan kelenjar “apa yang harus dilakukan.”

Karena itu, otak mengendalikan gerakan, pikiran, pembelajaran, dan emosi sukarela kita. Serta memori, pidato, membaca, memahami, dll.

Otak sesuai dengan 85% dari berat otak, diamati sebagai massa yang terdiri dari lemak dan jaringan gelatin. Ini memiliki berat sekitar 1,4 kg dan terdiri dari 2 belahan dan 4 lobus korteks.

Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol.

  • Otak besar. Bagian yang paling menonjol dari otak besar adalah otak depan, yang terdapat di bagian depan. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Merupakan bagian dari sistem saraf yang mengandung cairan serebrospinal yang berada disekelilingnya yang berguna untuk memberikan makanan otak dan dapat melindunginya dari goncangan. Didalam otak besar juga terdapat banyak pembuluh darah yang dapat berguna untuk memasok oksigen.
  • Otak tengah. Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin.
  • Otak belakang. Otak belakang meliputi jembatan Varol (pons Varolii), sumsum lanjutan (medula oblongata), dan otak kecil (serebelum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak.
  • Otak kecil. Otak kecil (Cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Pada bagian ini berfungsi sebagai pusat koordinasi gerakan antar otot yang terjadi secara sadar, seimbang dan posisi tubuh. Dengan kata lain, otak kecil ialah pusat keseimbangan tubuh.

Sumsum Tulang Belakang

Pada bagian ini berfungsi sebagai pusat gerak refleks, sebab di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, motorik dan saraf penghubung. Fungsi saraf tersebut ialah sebagai penghantar impuls dari ke otak.

Sumsum tulang belakang ada dan memanjang dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher hingga ruas-ruas tulang pinggang yang kedua.

Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan luar yang memiliki rwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf serta lapisan dalam mengandung badan saraf.

Dalam sumsum tulang belakang ada saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya yaitu sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.

Sumsum Lanjutan

Bagian ini berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pengendali mutah dan pengatur beberapa gerakan refleks seperti batuk, bersin dan berkedip dan selain itu juga sumsum ini berfungsi untuk pusat pernafasan.

Fungsi Sistem Saraf Pusat

Dalam sistem saraf umum, informasi yang ditangani ditangani oleh tiga jenis neuron: neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik. Ini, pada gilirannya, menunjukkan fungsi sistem saraf.

Yang pertama, yang sensorik, mengirim informasi dari jaringan tubuh dan organ sensorik ke sumsum tulang belakang.

Interneuron, juga disebut mengintegrasikan neuron, membentuk sistem komunikasi internal antar neuron; dan motor neuron, atau motor neuron, adalah neuron eferen (yang mentransmisikan darah atau getah bening) yang memproyeksikan akson mereka ke dalam atau keluar dari sumsum tulang belakang.

Sekarang, berbicara tentang fungsi spesifik dari sistem saraf pusat, dan mempertimbangkan tiga bagian utama yang disebutkan di atas: otak, otak kecil, dan batang otak, kami memahami bahwa itu memenuhi banyak tugas, karena kami berbicara tentang hal itu berfungsi sebagai pusat pemrosesan utama dari sistem saraf dan mengoordinasikan masing-masing salah satu fungsi yang dilakukan tubuh.

Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.

Kelainan pada Sistem Saraf

Sistem saraf mampu mengalami gangguan atau kelainan. Beberapa contoh gangguan pada sistem saraf manusia yaitu :

  • Epilepsi
    adalah kelainan pada sel saraf di otak hingga penderita tidak bisa merespon berbagai rangsangan. Otot-otot rangka penderita sering berkontraksi secara tak terkontrol.

Epilepsi bisa disebabkan karena:

  1. cacat sejak lahir
  2. kelainan metabolisme
  3. infeksi
  4. adanya racun
  5. kecelakaan pada kepala
  6. tumor
  • Neuritis adalah luka pada neuron atau sel saraf. Dikarenakan oleh infeksi, kekurangan vitamin, karena pengaruh obat-obatan serta racun.
  • Amnesia atau penyakit lupa yaitu sulit mengingat kejadian-kejadian yang sudah berlalu. Amnesia bisa disebabkan karena goncangan batin atau cidera pada otak.
  • Strokekerusakan otak akibat pecah, penyempitan, atau tersumbatnya pembuluh darah di otak. Strok umum terjadi pada orang yang menderita tekanan darah tinggi.

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *