Biologi

Plasenta adalah: Pengertian, fungsi dan cara menjaganya

25/04/2020

Plasenta, juga disebut ari-ari, adalah salah satu dari tiga organ reproduksi penting wanita yang utama, selain tali pusat dan ketuban, yang fungsinya adalah untuk membantu pertumbuhan janin. Plasenta merupakan organ yang akan terbentuk ketika seorang wanita sedang melalui proses kehamilan.

Dalam kondisi normal, plasenta melekat di dinding rahim bagian atas atau samping, dan terhubung ke tubuh janin oleh tali pusat. Fungsi plasenta untuk janin sangatlah penting, sehingga jika terjadi gangguan pada organ ini, keselamatan janin dan kesehatan ibu dapat terganggu.

Kehamilan akan terjadi jika sel sperma berhasil menembus sel telur dan terjadi peleburan (fertilisasi) dengan menghasilkan zigot.

Zigot dalam rahim berkembang menjadi embrio atau janin (fetus) selama ± 280 hari, hingga bayi siap untuk dilahirkan. Selama trisemester pertama dalam tahap awal kehamilan korpus luteum memproduksi hormon HCG.

Ketika usia kehamilan mencapai bulan ke 3 dan ke 4, korpus luteum fungsinya diganti oleh plasenta. Plasenta manusia umumnya memiliki berat sekitar 0,5 kg, berdiameter sekitar 20 cm, dan ketebalan bagian tengah plasenta sekitar 2,5 cm.

Plasenta mempunyai dua komponen yaitu desidua basalis pada bagian ibu dan bagian janin yang dibentuk oleh korion frondosum.

Plasenta previa merupakan kondisi yang jarang dialami oleh ibu hamil. Tetapi risiko ini tetap harus diwaspadai karena dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi di kandungan. Ibu hamil dengan plasenta previa terbukti memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pendarahan sebelum kelahiran.

Fungsi Plasenta

Fungsi utama plasenta adalah sebagai penyedia makanan dan saluran udara, yang menghubungkan antara janin dengan ibunya. Selain itu, Plasenta juga memiliki peran penting dalam semua tahap kehamilan dan memastikan bahwa bayi dilahirkan dengan aman. Plasenta melakukan berbagai fungsi seperti:

  • Menghasilkan hormon prolaktin (untuk merangsang kelenjar susu)
    Menghasilkan hormon relaksin (untuk mempermudah persalinan)
  • Menghasilkan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk tes kehamilan melalui tes urine
  • Menghubungkan tubuh ibu dengan janin
  • Mengatur metabolisme ibu
  • Menyiapkan kebutuhan energi ibu
  • Memasok nutrisi untuk bayi. Sebelum darah mencapai bayi, darah yang kaya nutrisi mengalir melalui plasenta untuk mencapai tali pusat yang menghubungkan ibu dengan bayi.
  • Plasenta juga berfungsi seperti ginjal untuk menyaring untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dalam darah yang akan membahayakan bagi kesehatan bayi.
  • Plasenta juga berfungsi sebagai paru-paru bayi dan memungkinkan transmisi oksigen antara ibu ke bayi.
  • Plasenta membawa limbah dan sisa metabolisme bayi ke sistem sirkulasi ibu, yang kemudian dibuang dari tubuh melalui urin.
  • Sebagai filter darah yang menyaring dan memisahkan antara darah ibu dan bayi, sehingga bayi terhindar dari infeksi.
  • perangkap oksigen terhirup oleh Anda untuk menyebar ke dalam darah untuk membantu mencapai sistem sirkulasi bayi, dengan melewati tali pusat. Ini adalah salah satu di antara fungsi menonjol dan penting bahwa plasenta melakukan karena mencegah kemungkinan yang dapat membuat bayi dari menghirup cairan ketuban, yang dapat menjadi bencana.
  • Plasenta mensekresikan hormon progesteron dan estrogen untuk menghentikan kontraksi supaya bayi tidak terlahir prematur. Selain itu, plasenta juga membuka jalan untuk mempersiapkan jaringan dan rahim untuk kelahiran bayi.
  • Selama masa kehamilan, plasenta bergerak seiring rahim memperluas dan tumbuh. Ini adalah fungsi umum dari plasenta untuk tetap berada di bawah selama tahap awal kehamilan, tetapi bergerak ke atas rahim pada tahap akhir kehamilan untuk menjaga leher rahim tetap terbuka untuk proses melahirkan.
plasenta
Fungsi Plasenta

Dalam perkembangannya, embrio dibungkus oleh selaput atau membran. Selaput atau membran tersebut terdiri dari, sakus vitelinus, aminon, korion, dan alantois.

Sakus vitelinus (kantong kuning telur)

Sakus vitelinus merupakan tempat pemunculan sel pembuluh darah yang pertama. Sakus vitelinus terletak diantara aminon dan plasenta.

Amnion/ketuban

Amnion menghasilkan cairan amnion yang menjaga dan melindungi embrio tetap basah dan tahan terhadap goncangan.

Korion

Korion merupaka dinding berjonjot yang menempel pada dinding rahim. Korion menjadi bagian utama plasenta yang berfungsi sebagai sarana pertukaran zat dari ibu ke janin.

Alantois

Alantois terletak didalam tali pusat, sehingga dikenal dengan istilah tali pusat. Alantois berfungsi untuk menghubungkan ibu dan janin, untuk sirkulasi, respirasi, dan ekskresi zat-zat sisa metabolisme. Di dalam tali pusat terdapat 2 pembuluh nadi dan 1 pembuluh balik yang berhubungan dengan pembuluh darah dalam plasenta.

Apa yang terjadi pada plasenta setelah kelahiran?

Setelah proses melahirkan, plasenta sudah tidak memiliki peran di tubuh. Setelah bayi berhasil dilahirkan, ibu tetap akan merasakan kontraksi ringan. Setelah itu, ibu akan diinstruksikan untuk mengejan agar plasenta dapat keluar.

Bagaimana Cara menjaga kesehatan plasenta

Fungsi plasenta akan sempurna apabila Anda menjalankan langkah yang tepat untuk menjaga kesehatannya. Salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah rutin memeriksakan kandungan Anda ke dokter.

Beberapa langkah di bawah ini  penting untuk menjaga fungsi plasenta:

  • Tidak merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang selama kehamilan.
  • Beritahukan ke dokter riwayat gangguan plasenta di kehamilan sebelumnya atau jika Anda pernah menjalani operasi rahim.
  • Selalu diskusikan dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi obat tertentu, termasuk obat herbal, suplemen, dan obat bebas yang dapat dibeli di apotek.
  • Diskusikan dengan dokter apabila Anda merasakan sakit punggung dan sakit perut yang parah, menagalami perdarahan vaginal, kontraksi, serta benturan di perut.

Faktor yang memengaruhi kesehatan dan fungsi plasenta

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesehatan serta fungsi plasenta yaitu:

  • Usia ibu
  • Kesehatan ketuban
  • Tekanan darah
  • Jumlah bayi yang dikandung
  • Riwayat gangguan kesehatan
  • Riwayat operasi
  • Kelainan plasenta yang bisa terjadi