Sosial

Pengertian Organisasi Internasional

04/05/2020

Organisasi internasional adalah organisasi yang mencakup anggota dari lebih dari satu negara. Beberapa organisasi internasional sangat besar, seperti perusahaan bisnis. Lainnya kecil dan didedikasikan untuk tujuan tertentu, seperti konservasi spesies.

Istilah organisasi internasional mempunyai pengertian ganda, yaitu organisasi internasional publik dan organisasi internasional privat. Organisasi internasional publik adalah organisasi internasional yang beranggotakan negara, sedangkan organisasi internasional privat adalah organisasi internasional yang anggotanya bukan negara.

Organisasi internasional privat ini biasanya dibentuk oleh individu atau asosiasi individu. Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang organisasi internasional dalam arti organisasi internasional publik. Bagaimana sebenarnya pengertian organisasi internasional tersebut?

Pengertian Organisasi Internasional

Organisasi internasional adalah organisasi, aktif di lebih dari satu negara. Organisasi-organisasi ini tidak dapat memerintah negara dan warga dengan cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Banyak dari mereka adalah organisasi antar pemerintah yang berarti alih-alih memiliki orang sebagai anggota, mereka memiliki negara sebagai anggota. Mereka membuat aturan yang diikuti oleh berbagai pemerintah. PBB adalah contoh organisasi semacam itu.

Beberapa organisasi internasional beroperasi di banyak negara tetapi tidak memiliki pemerintah sebagai anggota. Palang Merah adalah organisasi semacam itu.

Ada banyak tokoh hukum yang memberikan pendapat tentang pengertian organisasi internasional. Beberapa di antaranya pengertian organisasi internasional menurut para ahli sebagai berikut.

  • D.W. Bowett berpendapat bahwa organisasi internasional adalah organisasi permanen (misalnya di bidang postel atau administrasi kereta api) yang didirikan atas dasar suatu traktat yang lebih bersifat multilateral daripada yang bersifat bilateral dan dengan kriteria tujuan tertentu.
  • N.A. Maryam Green berpendapat bahwa organisasi internasional adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan suatu perjanjian ketika tiga atau lebih negara menjadi peserta.
  • Boer Mauna berpendapat bahwa organisasi internasional adalah suatu perhimpunan negara-negara yang merdeka dan berdaulat yang bertujuan untuk mencapai kepentingan bersama melalui organ-organ dari perhimpunan itu sendiri.
  • J. Pariere Mandalangi berpendapat bahwa organisasi internasional adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan suatu perjanjian tertulis yang dilakukan oleh sekurang-kurangnya tiga negara atau pemerintah maupun organisasi-organisasi internasional yang telah ada. Itulah beberapa pendapat tentang pengertian organisasi internasional. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa organisasi internasional pada umumnya lahir berdasarkan perjanjian internasional yang bersifat multilateral.

Uni Eropa merupakan organisasi antar pemerintah dan sebagian organisasi supranasional. Kedua elemen ini ada di Uni Eropa.

Lihatlah diagram ini yang menjelaskan bagaimana tanggung jawab dulu dibagi antara negara-negara anggota (antar pemerintah) dan Komunitas Eropa (supranasional) sebelum Perjanjian Lisbon (2009). Kegiatan Uni Eropa dulu diatur menjadi tiga “pilar”.

Dalam pilar pertama kita menemukan sebagian besar elemen supranasional dari UE. Awalnya, ini terutama melibatkan kebijakan ekonomi, tetapi sejak itu telah diperluas untuk mencakup aspek kebijakan sosial, kebijakan imigrasi, dan pendidikan. Pilar pertama berisi aspek integrasi ekonomi dan politik.

Di pilar kedua kita menemukan beberapa elemen antar pemerintah Uni Eropa. Negara-negara anggota Uni Eropa bekerja sama untuk merumuskan kebijakan luar negeri dan kebijakan keamanan bersama. Di bidang-bidang ini, anggota Uni Eropa mempertahankan otoritas dan otonomi mereka. Dengan kata lain, jika 24 negara anggota menyetujui kebijakan luar negeri, negara anggota lainnya dapat memilih untuk menempuh kebijakannya sendiri. Dalam pilar ini kami menemukan aspek-aspek integrasi politik terutama.

Pilar ketiga berisi unsur antar pemerintah untuk keadilan dan urusan dalam negeri, tetapi Perjanjian Lisbon telah menjadikan bidang kebijakan ini supranasional, menyebutnya sebagai bidang kebebasan, keamanan dan keadilan.

Perjanjian Lisbon telah meruntuhkan struktur pilar. Komunitas Eropa (sebelumnya pilar pertama) telah dihapuskan, tetapi kekuatan dan lembaganya tetap supranasional. Ini telah dipindahkan ke entitas EU pasca-Lisbon, bersama dengan elemen-elemen dari pilar ketiga yang sebelumnya, yang juga telah menjadi supranasional. Pada saat yang sama, Perjanjian menjaga unsur-unsur pilar kedua antar pemerintah sebelumnya.

Di bidang ekonomi dan lainnya, UE bersifat supranasional dan di sebagian besar bidang lainnya, seperti militer dan kebijakan luar negeri, UE adalah antar pemerintah. Bagaimana kita bisa menggambarkan pembagian kekuasaan antara Negara-negara Anggota dan UE?

Organisasi Antarpemerintah

Organisasi antar pemerintah (IGO) terdiri dari negara-bangsa dan mempromosikan kerja sama sukarela dan koordinasi di antara para anggotanya. Namun, keputusan dan kesepakatan yang dicapai dalam jenis organisasi ini tidak dapat ditegakkan, dan anggota tetap independen. Aspek penting dari IGO adalah para anggota tidak menyerahkan kekuasaan (atau kedaulatan) apa pun kepadanya. PBB adalah organisasi antar pemerintah.

Organisasi Supranasional

Organisasi supranasional berbeda karena negara-negara anggota melakukan penyerahan kekuasaan di bidang tertentu kepada organisasi yang lebih tinggi. Keputusan yang diambil oleh organisasi supranasional harus dipatuhi oleh negara-negara anggota. Seringkali ada pengadilan untuk menentukan kapan pelanggaran terjadi, meskipun seringkali mekanisme penegakannya tidak seefektif di negara-negara bangsa.

No Comments

Leave a Reply