4 Jenis Hujan Dan Penjelasan Lengkapnya


Dapat dikatakan jika hujan merupakan salah satu unsur yang dapat dipengaruhi oleh cuaca dan juga iklim. Sudah bukan rahasia lagi jika di Indonesia sendiri, memiliki dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai jenis jenis hujan.

Tapi sebelum membahasnya, akan lebih baik jika mengetahui apa itu hujan melalui pengertian yang sudah terangkum di bawah ini.

Pengertian Hujan Dan Contohnya Terlengkap

Hujan merupakan bentuk awan yang bergerak terus naik ke atas, awan ini sendiri memiliki kandungan uang air yang mampu mengubah dirinya menjadi butir-butir air yang pada akhirnya jatuh ke permukaan bumi, butir-butir air ini lah yang biasa kita kenal dengan hujan.

Ada banyak sekali manfaat yang dimiliki oleh hujan, salah satu manfaat yang paling besar adalah untuk memberikan kehidupan bagi manusia yang ada di bumi.

Hujan bisa menyiram tanah yang gersang dan menjadikan pertanian subur jika curah hujan cukup dan bagus.

Akan tetapi hujan juga bisa menjadi bencana yang tak bisa dihindari, hal ini biasanya dipengaruhi oleh manusia itu sendiri yang telah merusak lingkungan sehingga membuat perubahan pada iklim di bumi.

Perubahan lingkungan yang mengakibatkan banjir dan perubahan iklim yang mengakibatkan hujan badai merupakan salah satu bencana yang bisa disebabkan oleh hujan.

Berikut Ini Adalah Jenis Hujan Dan Contohnya

Pada dasarnya hujan telah dibagi menjadi tiga jenis dan pembagian ini sendiri didasarkan dari proses terjadinya hujan itu sendiri, yakni hujan orografis (hujan relief), hujan konveksi (hujan zenith) dan juga hujan konvergen (hujan frontal). Ketiga jenis hujan di atas merupakan fenomanea alami sementara ada jenis hujan yang diakibatkan oleh ulah manusia yang disebut dengan hujan asam. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Hujan Orografis (Hujan Relief)

Hujan orografis merupakan hujan yang biasanya terjadi di kawasan pegunungan dan juga kawasan perbukitan yang sejuk dan memiliki curah hujan tinggi. Karena hujan ini biasanya terjadi akibat adanya penguapan yang berada di daerah lautan.

Udara yang hangat di kawasan tersebut mengandung uap air yang cukup banyak, dan ketika udara tersebut bergerak ke kawasan pegunungan atau perkebunan yang memiliki udara lebih rendah atau dingin, awan tersebut menjadi mengembun hingga akhirnya menciptakan bulir-bulir air yang jatuh dan berubah menjadi hujan.

Hujan ini sendiri biasanya jatuh di lereng gunung yang banyak terdapat angin. Untuk lereng yang menjadi kawasan jatuhnya hujan disebut dengan daerah hujan, sementara kawasan lereng yang tak dituruni hujan biasa disebut dengan daerah bayangan hujan.

2. Hujan Konveksi (Hujan Zenith)

Hujan konveksi juga bisasa disebut dengan hujan zenith ini merupakan hujan yang terjadi di kawasan yang berada di 23,50 LU atau LS.

Hujan ini sendiri biasa terjadi dikarenakan pemanasan udara yang berada di atas daratan terjadi akibat adanya sebuah proses yang disebut dengan proses konduksi.

Udara yang diakibatkan oleh pemanasan tersebut akan menjadi mengembang sehingga mengapung untuk kemudian naik ke atas.

Udara yang naik ke atas biasanya memiliki suhu yang lebih tinggi jika dibanding dengan suhu udara yang ada di sekitarnya sehingga ketika suhu udara berkurang, maka akan mengakibatkan pengembunan yang terjadi pada daerah tertentu.

Pengembunan ini lah yang kemudian menghasilkan titik air atau juga es jika di daerah yang memiliki iklim sub tropis untuk kemudian turun ke bumi dan disebut dengan hujan. Hujan konveksi ini sendiri biasanya berlangsung tak terlalu lama.

Tak jarang juga matahari masih muncul dan cerah untuk menyinari daerah yang sedang dilanda oleh hujan konveksi ini. Hujan ini biasanya muncul disertai dengan kilatan petir dan suara guntur.

3. Hujan Konvergen (Hujan Frontal)

Hujan jenis konvergen atau dengan sebutan lainnya yaitu hujan frontal ini diketahui biasa terjadi di kawasan yang memang memiliki iklim tropis.

Hujan ini biasanya diakibatkan oleh pertemuan dua udara, yakni udara panas dan udara sejuk. Hujan akan terjadi ketika udara panas yang massanya lebih ringan bergerak naik ke atas udara yang memiliki massa lebih berat.

Pergesekan yang terjadi di antara kedua udara panas ini lah yang nantinya akan menyebabkan adanya pengembunan yang biasa diakibatkan oleh udara panas yang memiliki kandungan uap air.

Kemudian embun yang berada pada ketinggian tertentu akan jatuh dan menjadi hujan yang turun cukup lebat dan biasanya disertai dengan guntur.

4. Hujan Asam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dari semua jenis hujan di atas tiga di antaranya merupakan hujan yang disebabkan oleh faktor alam dan cuaca, namun hujan ini berbeda dengan hujan lainnya.

Hujan yang disebut dengan hujan asam ini adalah hujan yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Hujan ini sendiri biasanya terjadi akibat lingkungan yang tercemar oleh asap limbah industri sehingga air yang dikandung oleh hujan ini sangat berbahaya karena merupakan air kotor yang mengandung zat-zat tercemar.

Apabila hujan ini turun dan mengani besi, maka besi tersebut pun akan mengalami korosi.

Hal ini dikarenakan tingkat keasaman yang dikandung oleh hujan asam ini memiliki kandungan ion hydrogen (H+).

Salah satu penyebab hujan asam adalah penggunaan bahan bakar minyak dan batu bara untuk menjalankan sebuah industri.

Dari penjelasan di atas pastinya sudah memberikan semua pengetahuan mengenai pengertian hujan beserta dengan jenis jenisnya yang wajib untuk diketahui, sampai jumpa pada artikel berikutnya, terima kasih.

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *