5 Klasifikasi Iklim menurut Koppen berdasarkan suhu


Sistem klasifikasi iklim Köppen mengkategorikan zona iklim di seluruh dunia berdasarkan vegetasi lokal. Wladimir Köppen, ahli botani dan klimatologi Jerman, pertama kali mengembangkan sistem ini pada akhir abad ke-19, berdasarkan pada penelitian bioma sebelumnya yang dilakukan oleh para ilmuwan. Para ilmuwan ini belajar bahwa vegetasi dan iklim saling terkait erat.

Vegetasi yang tumbuh di suatu daerah tergantung pada suhu dan curah hujan di sana, yang merupakan dua faktor utama iklim. Daerah dengan curah hujan lebih banyak dan suhu lebih tinggi mengandung lebih banyak hutan sementara daerah dengan curah hujan lebih sedikit cenderung menjadi gurun. Sistem klasifikasi iklim Köppen telah ditingkatkan dan dimodifikasi beberapa kali sejak pertama kali diterbitkan.

Apa itu Iklim

Iklim adalah suatu keadaan umum kondisi cuaca yang meliputi daerah yang luas. Iklim merupakan kelanjutan dari hasil pencatatan keadaan cuaca dari hari ke hari dalam waktu yang lama, biasanya dalam waktu 26 tahun. Setiap wilayah pada permukaan bumi berbeda karakter dengan wilayah lainnya.

Lokasi berdasar garis lintang, fisiografi, lingkungan, atau kondisi atmosfernya berbeda memunculkan tipe iklim berlainan antar daerah pada permukaan bumi.

Dasar Klasifikasi iklim Koppen

Klasifikasi iklim menurut Koppen di dasarkan pada kombinasi antara temperatur udara dan curah hujan. Kedua unsur ini digunakan karena sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi. Koppen mengklasifikasikan iklim dunia ke dalam lima jenis iklim utama yang di beri lambang huruf kapital.

Lima Klasifikasi Iklim Koppen

Sistem Klasifikasi Iklim Koppen membagi dunia menjadi lima zona iklim berdasarkan kriteria, biasanya suhu, yang memungkinkan untuk pertumbuhan vegetasi yang berbeda. Peta Köppen menggunakan berbagai warna dan nuansa untuk mewakili berbagai zona iklim dunia. Sementara sebagian besar zona disusun berdasarkan suhu suatu wilayah, Zona B berfokus pada kekeringan di suatu wilayah.

Berikut jenis-jenis iklim menurut koppen yaitu:

  1. Zona A: zona tropis atau ekuatorial (diwakili oleh warna biru di sebagian besar peta). Wilayah beriklim tipe A memiliki curah hujan tinggi, penguapan tinggi (rata-rata 70 m3/ tahun), dan suhu udara bulanan rata-rata di atas 18oC. curah hujan tahunan lebih dari penguapan tahunan, tidak ada musim dingin.
  2. Zona B: zona kering atau kering (diwakili oleh warna merah, merah muda, dan oranye di sebagian besar peta). Ciri iklim tipe B adalah penguapan tinggi dengan curah hujan rendah sehingga sepanjang tahun penguapan lebih besar dari pada curah hujan. Tidak terdapat surplus air. Di wilayah beriklim tipe B tidak terdapat sungai yang permanen.
  3. Zona C: zona hangat / sedang (diwakili oleh warna hijau di sebagian besar peta). Iklim tipe C mengalami empat musim, yaitu musim dingin, semi, gugur, dan panas. Suhu udara rata-rata bulan terdingin adalah (-3)oC – (-8)oC. terdapat paling sedikit satu bulan yang bersuhu udara rata-rata 10oC.
  4. Zona D: zona kontinental (diwakili oleh warna ungu, ungu, dan biru muda di sebagian besar peta).
    Iklim tipe D merupakan iklim hutan salju dengan suhu udara rata-rata bulan terdingin <-3oC dan suhu udara rata-rata bulan terpanas > 10oC.
  5. Zona E: zona kutub (diwakili oleh warna abu-abu di sebagian besar peta). Wilayah beriklim tipe E mempunyai ciri tidak mengenal musim panas, terdapat salju abadi dan padang lumut. Suhu udara tidak pernah melebihi 10oC.

Setiap zona dibagi lagi berdasarkan suhu atau kekeringan. Misalnya, Zona A memiliki tiga subdivisi: Zona Af tidak memiliki musim kemarau, Zona Am memiliki musim kemarau pendek, dan Zona Aw memiliki musim kemarau musim dingin. Zona B dibagi menjadi beberapa kategori yang terkait dengan daerah seperti gurun panas dan gersang (Zona BWh); gurun yang dingin dan gersang (Zone BWk); panas, stepa kering (Zone BSh); dan dingin, stepa kering (Zone BSk). Zona iklim C dan D dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kapan musim kemarau terjadi di zona tersebut, serta dinginnya musim panas atau kehangatan musim dingin. Iklim Zona E dipisahkan menjadi wilayah tundra (Zona ET) atau wilayah salju dan es (Zona EF). Selain itu, beberapa revisi modern untuk sistem ini mencakup wilayah keenam, yang dikenal sebagai Zona H. Ini mewakili iklim dataran tinggi yang terletak di ketinggian pegunungan.

Peta klasifikasi Köppen masih digunakan oleh para ilmuwan dan ahli iklim sampai hari ini. Meskipun ia menerbitkan peta pertamanya di awal tahun 1900-an, Köppen terus memperbaruinya hingga kematiannya pada tahun 1940. Para klimatolog berikutnya, termasuk Rudolf Geiger, memperbarui versi peta ini, yang sering menyertakan nama Geiger juga. Pada saat penulisan, revisi terbaru untuk peta ini diterbitkan pada tahun 2018.

Kemudian kelima iklim tersebut dibagi menjadi beberapa subkelompok dengan huruf kedua sebagai berikut.

  1. s: iklim stepa: iklim semiarid dengan curah hujan rata-rata tahunan antara 38-76 cm.
  2. w: iklim gurun: iklim arid yang kebanyakan mendapat curah hujan rata-rata tahunan kurang  dari 35 cm.
  3. f: lembap, ditandai dengan hujan yang cukup di setiap bulan, tidak ada musim kering.
  4. m: musim di tandai dengan kemarau lebih panjang daripada hujan.

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *