Biologi

Pengertian Ekosistem dan fungsinya

23/09/2020

Ekosistem didefinisikan sebagai komunitas makhluk hidup dalam hubungannya dengan komponen tidak hidup, yang berinteraksi satu sama lain.

Pengertian

Ekologi adalah unit struktural dan fungsional ekologi tempat organisme hidup berinteraksi satu sama lain dan dengan lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, ekosistem adalah rantai interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Istilah “Ekosistem” pertama kali diciptakan oleh A.G.Tansley, seorang ahli botani Inggris, pada tahun 1935.

Baca terus untuk mengeksplorasi struktur, komponen, jenis dan fungsi ekosistem di catatan ekosistem yang disediakan di bawah ini.

Jenis Ekosistem

Ekosistem bisa menjadi sekecil oasis di gurun, atau sebesar lautan, terbentang ribuan mil. Ada dua jenis ekosistem:

  • Ekosistem Darat
  • Ekosistem Perairan

1. Ekosistem Darat

Ekosistem darat secara eksklusif adalah ekosistem berbasis lahan. Ada berbagai jenis ekosistem terestrial yang tersebar di sekitar berbagai zona geologi. Mereka adalah sebagai berikut:

  • Ekosistem Hutan
  • Ekosistem Padang Rumput
  • Ekosistem Tundra
  • Ekosistem Gurun

Ekosistem Hutan

Ekosistem hutan terdiri dari beberapa tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang hidup berkoordinasi dengan faktor abiotik lingkungan. Hutan membantu menjaga suhu bumi dan merupakan penyerap karbon utama.
Ekosistem Padang Rumput

Dalam ekosistem padang rumput, vegetasi didominasi oleh rerumputan dan tumbuhan. Padang rumput beriklim sedang, padang rumput sabana adalah beberapa contoh ekosistem padang rumput.

Ekosistem Tundra

Ekosistem tundra tidak memiliki pepohonan dan ditemukan di daerah beriklim dingin atau di mana curah hujan jarang. Ini tertutup salju hampir sepanjang tahun. Ekosistem di Kutub Utara atau puncak gunung adalah tipe tundra.

Ekosistem Gurun

Gurun pasir ditemukan di seluruh dunia. Ini adalah daerah dengan curah hujan yang sangat sedikit. Siang hari panas dan malam dingin.

2. Ekosistem Perairan

Ekosistem perairan adalah ekosistem yang terdapat di dalam suatu badan air. Ini dapat dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Ekosistem Air Tawar
  • Ekosistem Laut

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar adalah ekosistem perairan yang meliputi danau, telaga, sungai, sungai, dan lahan basah. Ini tidak memiliki kandungan garam berbeda dengan ekosistem laut.

Ekosistem Laut

Ekosistem laut meliputi lautan dan samudra. Ini memiliki kandungan garam yang lebih besar dan keanekaragaman hayati yang lebih besar dibandingkan dengan ekosistem air tawar.

Struktur Ekosistem

Struktur suatu ekosistem dicirikan oleh pengorganisasian komponen biotik dan abiotik. Ini termasuk distribusi energi di lingkungan kita. Ini juga mencakup kondisi iklim yang berlaku di lingkungan tertentu.

Struktur suatu ekosistem dapat dibedakan menjadi dua komponen utama, yaitu:

  • Komponen Biotik
  • Komponen Abiotik

Komponen biotik dan abiotik saling terkait dalam suatu ekosistem. Ini adalah sistem terbuka di mana energi dan komponen dapat mengalir melewati batas.

Komponen Biotik

Komponen biotik adalah mengacu pada semua kehidupan dalam suatu ekosistem. Berdasarkan nutrisi, komponen biotik dapat dikategorikan menjadi autotrof, heterotrof dan saprotrof (atau pengurai).

Produsen mencakup semua autotrof seperti tumbuhan. Mereka disebut autotrof karena mereka dapat menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Akibatnya, semua organisme lain yang lebih tinggi dalam rantai makanan bergantung pada produsen untuk makanan.

Konsumen atau heterotrof adalah organisme yang bergantung pada organisme lain untuk makanannya.

Konsumen selanjutnya diklasifikasikan menjadi konsumen primer, konsumen sekunder dan konsumen tersier.

Konsumen primer selalu herbivora yang mereka andalkan pada produsen untuk makanan.

Konsumen sekunder bergantung pada konsumen primer untuk energi. Mereka bisa menjadi karnivora atau omnivora.

Konsumen tersier adalah organisme yang bergantung pada konsumen sekunder untuk makanan. Konsumen tersier juga bisa menjadi omnivora.

Konsumen kuarter hadir di beberapa rantai makanan. Organisme ini memangsa konsumen tersier untuk mendapatkan energi. Selain itu, mereka biasanya berada di puncak rantai makanan karena tidak memiliki predator alami.

Pengurai termasuk saprofit seperti jamur dan bakteri. Mereka langsung berkembang biak di atas bahan organik yang mati dan membusuk. Pengurai sangat penting bagi ekosistem karena membantu mendaur ulang nutrisi untuk digunakan kembali oleh tanaman.

Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah komponen tidak hidup dari suatu ekosistem. Ini termasuk udara, air, tanah, mineral, sinar matahari, suhu, nutrisi, angin, ketinggian, kekeruhan, dll.

Fungsi Ekosistem

Fungsi ekosistem adalah sebagai berikut:

  • Ini mengatur proses ekologi penting, mendukung sistem kehidupan dan memberikan stabilitas.
  • Ini juga bertanggung jawab untuk siklus nutrisi antara komponen biotik dan abiotik.
  • Ia menjaga keseimbangan di antara berbagai tingkat trofik dalam ekosistem.
  • Ia mengedarkan mineral melalui biosfer.
  • Komponen abiotik membantu dalam sintesis komponen organik yang melibatkan pertukaran energi.

Konsep Penting dalam ekosistem

1. Rantai Makanan

Matahari adalah sumber energi utama di bumi. Ini menyediakan energi yang dibutuhkan untuk semua kehidupan tanaman. Tumbuhan memanfaatkan energi ini untuk proses fotosintesis, yang digunakan untuk mensintesis makanan mereka.

Selama proses biologis ini, energi cahaya diubah menjadi energi kimia dan diteruskan melalui tingkatan yang berurutan. Aliran energi dari produsen, ke konsumen dan akhirnya, ke predator puncak atau detritivora disebut rantai makanan.

Materi yang mati dan membusuk, bersama dengan puing-puing organik, dipecah menjadi konstituennya oleh pemulung. Pereduksi kemudian menyerap konstituen ini. Setelah mendapatkan energi, pereduksi melepaskan molekul ke lingkungan, yang dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen.

2. Piramida Ekologi

Piramida ekologi adalah representasi grafis dari jumlah, energi, dan biomassa dari tingkat trofik yang berurutan dari suatu ekosistem. Charles Elton adalah ahli ekologi pertama yang menggambarkan piramida ekologi dan prinsipnya pada tahun 1927.

Biomassa, jumlah, dan energi organisme mulai dari tingkat produsen hingga tingkat konsumen direpresentasikan dalam bentuk piramida; karenanya, itu dikenal sebagai piramida ekologi.

Dasar piramida ekologi terdiri dari produsen, diikuti oleh konsumen primer dan sekunder. Konsumen tersier memegang puncak. Di beberapa rantai makanan, konsumen kuaterner berada di puncak rantai makanan.

Produsen umumnya lebih banyak daripada konsumen primer dan demikian pula konsumen primer melebihi konsumen sekunder. Dan terakhir, predator puncak juga mengikuti tren yang sama seperti konsumen lainnya; dimana, jumlah mereka jauh lebih rendah daripada konsumen sekunder.

Misalnya, Belalang memakan tanaman seperti kapas dan gandum, yang jumlahnya banyak. Belalang ini kemudian dimangsa oleh tikus biasa, yang jumlahnya relatif lebih sedikit. Tikus dimangsa oleh ular seperti kobra. Ular pada akhirnya dimangsa oleh predator puncak seperti elang ular coklat.

Intinya:

Belalang → Tikus → Kobra → Elang Ular Coklat

3. Jaringan Makanan

Jaring makanan adalah jaringan rantai makanan yang saling berhubungan. Ini terdiri dari semua rantai makanan dalam satu ekosistem. Ini membantu dalam memahami bahwa tanaman meletakkan dasar dari semua rantai makanan. Di lingkungan laut, fitoplankton merupakan penghasil utama.

No Comments

Leave a Reply