Biologi

Klasifikasi Bakteri menurut bentuk dan dinding sel

23/09/2020

Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan bakteri, terutama klasifikasi berdasarkan morfologi dan karakteristik dinding sel.

Bakteri adalah organisme prokariotik yang dikelompokkan, menurut klasifikasi lima kingdom, di Kingdom Monera. Ketika kita menganalisis klasifikasi dalam tiga domain, bakteri termasuk dalam domain Eubacteria dan Archea, yang terakhir terdiri dari bakteri yang hidup di lingkungan yang ekstrim, dengan konsentrasi garam, asam dan suhu yang tinggi.

Klasifikasi Bakteri adalah proses membedakan jenis bakteri dari satu sama lain dan mengelompokkan mereka sesuai dengan karakteristik yang dimiliki bersama Klasifikasi Bakteri adalah proses membedakan jenis bakteri dari satu sama lain dan mengelompokkan mereka sesuai dengan karakteristik yang dimiliki bersama.

Klasifikasi tersebut dilakukan dalam kerangka sistem taksonomi biologi yang diterima secara internasional, atau ilmu klasifikasi organisme. Beberapa hal yang diperhitungkan selama klasifikasi bakteri, antara lain terutama RNA sekuen, tapi termasuk bentuk, biokimia, dan karakteristik membran eksternal.

Bakteriolog menggunakan sejumlah teknik dalam klasifikasi bakteri. Bentuk adalah cara paling sederhana untuk memberitahu bakteri terpisah satu sama lain, dan organisme ini dapat menunjukkan berbagai bentuk antara lain termasuk batang, spiral, dan lengkung. Bagaimanapun, bentuk tidak selalu merupakan karakteristik eksklusif, dan bakteri yang dikelompokkan dalam klasifikasi sangat berbeda dapat memiliki bentuk yang sama.

Ciri morfologi lainnya, seperti ukuran, dapat bervariasi secara signifikan dari spesies yang satu ke spesies yang lainnya, dan kelompok yang khas juga dapat membantu dalam klasifikasi. Banyak spesies cenderung membentuk kelompok sel individu, yang dapat sangat bervariasi jumlahnya. Adanya struktur eksternal, seperti konstruksi seperti tentakel kecil yang disebut flagela, juga dapat membantu membedakan spesies bakteri.

Alat kunci lain dalam klasifikasi bakteri adalah tes yang dikenal sebagai tes pewarnaan gram, dinamai seorang ahli mikrobiologi abad ke-19. Tes ini mengkuantifikasi bakteri sesuai dengan ketebalan membran luar mereka. Bakteri Gram negatif memiliki membran yang sangat tipis dan bakteri gram positif memiliki membran tebal.

Faktor-faktor seperti metabolisme dan perbedaan biokimia lainnya adalah alat lain untuk klasifikasi bakteri. Bakteri memetabolisme berbagai senyawa yang berbeda, dan senyawa tertentu atau senyawa yang digunakan atau dikonversi oleh bakteri tertentu dapat membantu dalam identifikasi dan klasifikasi. Analisis data biokimia lainnya juga dapat membantu proses ini.

Kemajuan dalam teknik analisis molekuler telah memungkinkan untuk bakteriolog untuk membedakan bakteri menurut perbedaan RNA, serta sekuen gen tertentu. Analisis lebih lanjut dari jumlah total RNA individu dan protein DNA dan rasio di mana mereka hadir memberikan cara lain untuk klasifikasi. Menggunakan beberapa atau semua teknik dan karakteristik yang diamati, bakteriolog mampu mengklasifikasikan bakteri sesuai dengan spesies dan kelompok spesies yang sama bersama-sama.

Cara utama mengklasifikasikan bakteri

Bakteri adalah organisme yang cukup sederhana yang dapat dikelompokkan bersama dengan cara yang berbeda.

Menurut Bentuk

Menganalisis bentuk dan susunan bakteri, kita memiliki klasifikasi berikut:

1. Kokus:

Bakteri berbentuk bulat atau oval. Contoh: Staphylococcus dan Streptococcu.

  • Diplokokus: Dua bakteri berbentuk batang bergabung;
  • Tetrakokus: Empat buah batang dikelompokkan;
  • Sarkina: Delapan buah batang disatukan untuk membentuk struktur seperti kubus;
  • Streptokokus: Batang digabungkan sebagai sebuah rantai;
  • Stafilokokus: Batang dikelompokkan seperti seikat anggur.

2. Basilus:

Bakteri berbentuk silinder atau batang, yang bisa pendek atau panjang. Contoh: Escherichia, Bacillus dan Clostridium.

  • Diplobasilus: Basilus disusun berpasangan;
  • Streptobalus: Basilus bergabung bersama untuk membentuk rantai.

3. Spiral:

Bakteri berbentuk spiral. Contoh: Vibrio cholerae dan Leptospira.

  • Spirillum: Bakteri berbentuk spiral yang memiliki tubuh kaku dan bergerak dengan bantuan flagela;
  • Spirochetes: Bakteri spiral yang lebih fleksibel dan bergerak melalui kontraksi sitoplasma;
  • Vibrion: Bakteri yang memiliki tubuh mirip dengan koma.

Ada juga bakteri yang menampilkan dirinya sebagai basil yang sangat kecil. Mereka dianggap sebagai bentuk transisi antara kokus dan basillus dan disebut kokobasilus.

Menurut Dinding sel

Selain klasifikasi berdasarkan morfologi bakterinya, organisme ini juga dapat diklasifikasikan menjadi mikoplasma, gram positif dan gram negatif. Bentuk klasifikasi ini menganalisis struktur dinding sel bakteri.

Bakteri yang tidak memiliki dinding sel disebut mikoplasma. Bakteri gram positif disorot oleh berbagai lapisan peptidoglikan di dindingnya. Dinding bakteri gram negatif lebih kompleks dan memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih sempit, tetapi dengan membran luar lipopolisakarida dan makromolekul kompleks lainnya.

Pewarnaan Gram untuk membedakan bakteri gram positif dan gram negatif

Untuk mengidentifikasi apakah suatu bakteri gram positif atau gram negatif, teknik yang dikenal sebagai pewarnaan Gram digunakan. Dalam teknik ini, awalnya, pewarna kristal violet digunakan, bakteri menjadi sasaran larutan yodium, yang meningkatkan afinitas pewarna dengan sel, dan, kemudian, pelarut digunakan. Bakteri gram negatif, setelah terkena pelarut, berubah warna, tetapi ini tidak terjadi pada bakteri gram positif. Setelah perubahan warna, bakteri menjadi sasaran fuchsin atau safranin.

Bakteri gram positif, di akhir prosedur, diwarnai ungu karena aksi kristal violet. Gram-negatif, pada gilirannya, diwarnai merah oleh fuchsin. Pewarnaan ini adalah cara penting untuk membedakan bakteri dan memastikan pilihan antibiotik yang tepat untuk kasus penyakit, misalnya.

No Comments

Leave a Reply