Pengertian Anafase: ciri, tahapan, proses, gambar dan penjelasannya


Anafase – Setelah sebelumnya mengulas tuntas tentang animalia Maka dipertemuan kali ini juga kita masih akan membahas materi yang masih berkaitan dengan materi sebelumnya, yakni tentang anafase beserta pengertian, ciri, tahapan, proses, gambar dan penjelasannya. Nah untuk lebih jelasnya, yuk kita simak aja ulasannya dibawah ini.

Pengertian Anafase

Anafase ialah salah satu tahap dari banyak tahap pembelahan sel eukariotik di mana kromosom dipisahkan ke kutub yang berlawanan dari sel.

Anafase merupakan pembelahan sel yang ditandai dengan berpisahnya kromatid saudara pada bagian sentromer kromosom. Gerak kromatid ini disebabkan tarikan benang mikrotubulus yang berasal dari sentriol pada kutub sel. Kalian telah mengetahui bahwa mikrotubulus melekat pada sentromer.

Hal ini menyebabkan sentromer tertarik terlebih dahulu. Akibatnya, sentromer berada di depan dan bagian lengan kromatid berada di belakang. Struktur ini seperti huruf V. Gerakan ini menempuh jarak sekitar 1μm (10-6 meter) tiap menit. Pada saat bersamaan, mikrotubulus non kinetokor semakin memanjang sehingga jarak kedua kutub sel semakin jauh.

Selanjutnya, masing-masing kromatid bergerak ke arah kutub yang berlawanan dan berfungsi sebagai kromosom lengkap, dengan sifat keturunan yang sama (identik). Untuk menjalankan tugasnya ini, mikrotubulus telah mengalami peruraian pada bagian kinetokornya. Lalu bagaimanakah bidang pembelahan sel pada hewan dan tumbuhan? Salah satu perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan adalah ada tidaknya sentriol.

Sebelum tahapan anafase yakni metafase, yang mana pada tahapan tersebut kromosom akan ditarik ke pelat metafase, di tengah sel. Meski pada kromosom mempunyai bentuk sangat padat namun di awal pembelahan sel, mereka akan terus memadat melalui anafase.

Anafase dimulai setelah sel melewati pos pemeriksaan pembentukan gelendong, yang memungkinkan kromosom atau kromatid memisahkan.

Pada ketika mikrotubulus menghubungkan kromosom terhadap sentrosom, maka pada kromosom akan dibawa ke arah sentrosom sampai membentuk semi lingkaran di sekitarnya. Pada tahap selanjutnya dari pembelahan sel, telofase, sel mereformasi inti dan bersiap untuk membagi.

Pos pemeriksaan pembentukan gelendong terjadi sebelum anafase dapat dimulai. Pada mekanisme ini agar seluler dapat memastikan bahwa semua kromosom terhubung ke mikrotubulus dan disejajarkan pada pelat metafase.

Kemudian setelah terjadinya langkah ini maka, sel akan melepaskan sinyal yang menciptakan anafase yang mendorong kompleks atau APC, suatu zat yang akan bertindak untuk memulai proses membagi kromosom homolog

APC, seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini, akan menurunkan sekurin, molekul penghambat yang menghentikan aksi pemisahan. Begitu separase dilepaskan, ia dapat bekerja pada kohesin yang menyatukan kromatid.

Kohesin adalah makromolekul yang terdiri dari banyak protein. Ketika protein ini dipecah oleh separase, kromatid menjadi terpisah. Di divisi pertama meiosis, kromosom homolog dipegang bersama oleh kohesin yang rusak selama anafase I.

Mikrotubulus tetap menempel pada kinetokor setelah kohesin terpisah. Selanjutnya dikinetokor akan menjadi mengecil ke arah sentrosom (tidak digambarkan), yang menarik kromosom terpisah.

Mikrotubulus non-kinetokor tumbuh di arah yang berlawanan, memperluas sel dan lebih lanjut memisahkan kromatid. Secara konvensional, kromatid sister disebut kromosom sister setelah mereka terpisah, karena mereka mengandung informasi yang sama dan akan berfungsi secara independen di sel-sel baru mereka.

Setelah kromosom telah sepenuhnya dipisahkan, sebuah selubung nukleus akan terbentuk dan sitoplasma akan dibagi dalam langkah terakhir pembelahan sel.

Tahap Anafase: Ciri-Ciri

  • Mulai terbentuknya Sekat sel mulai terbentuk dekat bidang ekuator pada akhir fase ini.
  • Setiap kromosom homolog memisahkan diri dublikatnya kearah dua kutup berlawanan dengan gerakan kontraksi dari daya tarik benang spindel
  • Di dalam sel terjadi penyebaran kromosom dan DNA yang seragam.

Proses Anafase Dalam Mitosis

Dengan berdasarkan definisinya maka dapat dikatakan bahwa Mitosis yakni merupakan suatu proses yang digunakan sel untuk membuat salinan persis dari diri mereka sendiri. Melalui mitosis, dua sel anak baru dibuat dari orangtua tunggal, masing-masing identik dengan orang tua.

Sebelum mitosis, kromosom yang mengandung DNA direplikasi dan kromatid saudara yang direplikasi tetap melekat. Namun sedangkan sebelum anafase, dimana kromosom akan dipadatkan, dan serat spindel akan terbentuk dari mikrotubulus, dan kromosom sejajar pada pelat metafase.

Pada kromatid saudara akan mulai saling terpisah pada awal anafase, dan disaat separase mulai memecah kohesin yang mengikat mereka bersama.

Maka pada Anafase akan dapat berakhir apabila telofase dan sitokin dimulai, hal ini disebabkan oleh reformasi selubung nukleus dan kromosom mulai lepas.

Setelah mereka lepas dan sel-sel telah dibagi, mereka dapat kembali berfungsi sendiri. Ini menandai akhir dari pembelahan sel dan awal interfase.

Tahapan Anafase Dalam Meiosis

Anafase I

Seperti yang telah disinggung bahwa Meiosis terdiri yakni atas dua divisi sel yang saling berurutan, tanpa ada replikasi DNA di antaranya.

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa organisme diploid, yang mengandung dua alel untuk setiap gen, akan direduksi menjadi organisme haploid, dengan hanya satu alel pada setiap gen.

Alel-alel ini terpisah selama anafase I. Kemudian Sebelum tahapan meiosis, yang mana DNA diduplikasi, lagi-lagi menghasilkan kromatid saudara yang terikat bersama sebagai kromosom tunggal.

Pada kromosom ini mempunyai pasangan homolog, yang mengandung alel-alel lain untuk gen pada kromosom. Kromosom ini juga digandakan menjadi kromatid saudara. Selama meiosis I, kromosom homolog dipisahkan.

Kromosom homolog menjadi terikat bersama selama profase I dari meiosis, oleh molekul serupa kohesin yang mengikat kromatid saudara.

Anafase II

Kemudian caramenyelesaikan Meiosis yakni dengan pembagian kedua dari setiap sel anak baru. Tahapan yang sama terjadi, kali ini dengan cara yang lebih mirip dengan mitosis.

Dan pada kromosom, masih termasuk bagian dari kromatid saudara, sejajar pada pelat metafase, dan harus menyelesaikan pos pemeriksaan untuk melanjutkan ke anafase II.

Pada permulaan anafase II, kromatid saudara dipisahkan ketika ikatan kohesin dilepaskan. Salinan kromosom kemudian dipisahkan ke tujuan akhirnya.

Apabila dalam pemeriksaan seluler yang mengarah ke anafase I atau II gagal, maka dapat disimpulkan bahwa hasil akhirnya akan terlalu banyak salinan kromosom (atau banyak) dalam gamet akhir.

Kondisi ini, yang dikenal sebagai nondisjunction, dapat menyebabkan cacat lahir yang fatal dan gejala lainnya pada banyak hewan yang bereproduksi secara seksual.

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *